Inilah persoalan utama yang menjadi pokok diskusi para rasul dalam Injil hari ini.

Dikisahkan bahwa ada seorang pemuda kaya yang berjumpa dengan Yesus. Ia menunjukkan ‘kesalehannya’ dengan berlutut di hadapan Yesus dan dengan niat yang baik dia bertanya kepada Yesus perihal syarat-syarat untuk memperoleh hidup yang kekal. Rupanya dia juga seorang yang ‘taat’. Dengan jujur, dia mengaku bahwa segala perintah Tuhan telah dia lakukan. Dengan penuh belas kasih, Yesus memandang pemuda kaya itu karena kesalehan dan ketaatannya. Namun ketika Yesus mengatakan tentang apa yang harus dibuat dengan kekayaannya itu, sang pemuda kaya itu kecewa lalu pergi dengan hati yang sedih, karena dia tidak rela meninggalkan semua kekayaan dan harta bendanya.

Sebagai murid Yesus, bisa jadi kita hidup dalam realitas yang sama dengan pemuda kaya ini. Melalui berbagai kegiatan rohani, kita membangun kesalehan hidup. Kita pun berusaha menunjukan ketaatan kepada Tuhan dengan menuruti segala perintah dan menjauhi larangan-Nya. Namun kita sulit melepaskan diri dari ‘keterikatan dan kelekatan’ dengan kekayaan dan harta benda yang kita miliki. Kenyataan ini bukanan hanya menjadi ‘penghalang’ bagi kita untuk mengabdi kepada Tuhan secara total. Lebih dari pada itu, hidup kita dukiasai dan diperbudak oleh semua kekayaan dan harta benda yang kita miliki.

Pada akhirnya, persoalan penghayatan tiga nasehat Injili (kesalehan/kesuciani,ketaatan, dan kemiskinan) menunjuk pada aspek kelayakan menjadi murid Yesus. Namun persoalan tentang ‘siapa yang selamat’ merupakan anugerah surgawi yang diberikan oleh Bapa kepada mereka yang dikehendaki-Nya. Demikian, kata Yesus: “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah” (Mrk. 10:17). Untuk yang satu ini, kita hanya dapat bermohon. Semoga, dengan rahmat Tuhan, kita dapat menghayati hidup kita sebagai murid Yesus dan kelak memperoleh keselamatan kekal surgawi.

Salam dan doaku selalu.
Rm. Aloysius Matruty, Pr

images

About MIK'ers admin. Katolik Roma

Katolik Roma Vatikan City. Kami meyakini bahwa Gereja Katolik adalah Gereja yang direncanakan oleh Tuhan Allah, didirikan oleh Yesus Kristus Putera-Nya, dan dikuduskan terus menerus oleh Roh Kudus. Dan sesuai dengan amanat Yesus sendiri, Gereja Katolik menjadi "sakramen keselamatan" bagi seluruh bangsa. Setiap anggota Gereja telah dibekali dengan Roh Kristus yang memampukannya untuk hidup kudus dan yang menghantarkannya kepada keselamatan dan kehidupan yang kekal .

One response »

  1. Iman Katolik mengatakan:

    […] SARI WARTA INJIL Hari Ini: Senin, Pekan Biasa VIII. Bacaan Liturgi: Sir. 17:24-29; Mrk 10:17-27. “… 28 Mei 2013 […]

Terima kasih telah membaca artikel blog ini !! Jangan lupa tinggalkan komentarnya pada artikel yang di baca.. God Bless You.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s