Hanya karena pilihan terhadap pasangan hidup yang tidak disetujui oleh sanak-keluarga, maka salah paham dan konflik pun terjadi di antara saudara kandung. Saling menyalahkan bahkan kata-kata kasar pun mengiringi setiap kali terjadi konflik di antara mereka. Dan, sangat disayangkan bahwa sang mama pun dilibatkan atau terlibat dalam konflik di antara mereka.

Pagi ini kudatangi engkau sebagai seorang kaka dan sahabat untuk membisikkan seuntai kata peringatan untukmu; “De, kamu boleh meneteskan air mata saudara-saudarimu karena kata dan perbuatanmu, nanum kuingatkan padamu bahwa jangan pernah mencoba untuk membuat mamamu menangis, apa pun salah yang diperbuatnya terhadapmu.” Mengapa? Karena setetes air mata yang jatuh dari pelipis mama bisa menjadi berkat atau kutukan bagi kita, anak-anaknya. Tanpa mengutuk pun air mata mama adalah hukuman bagi kita yang menyebabkannya bersedih dan tersakiti. Mungkin adalah lebih baik mama berbicara mengungkapkan kemarahan dan kesedihannya, tapi sesaat ketika mama hanya diam-membisu dengan tetesan air matanya sebagai ungkapan kesedihan dan sakit hatinya, maka engkau telah mengundang kutukan memasuki rumahmu dan menerjang dirimu.

De, aku tidak menakutimu dengan semua ungkapan di atas, tapi aku selalu punya keyakinan dan ketakutan yang sangat besar terhadap tetesan air mata kesedihan seorang mama. Aku hanya ingin agar engkau dan aku mempunyai rasa hormat yang dalam dan tulus terhadap mama, walaupun mungkin karena kata dan perbuatannya kita tersakiti, dan membuatnya tak pantas untuk dihormati dalam penilaian kita. Satu hal yang kiranya engkau dan aku selalu ingat bahwa “dari rahimnyalah engkau dan aku telah dikandung dan dilahirkan; dari air susunyalah engkau dan aku telah diberi makan dan dihidupi; dan, dari kasih sayang keibuannyalah engkau dan aku telah dijaga, dirawat dan dibesarkan sampai saat engkau dan aku bisa menghidupi diri sendiri. Bagiku hanya satu yang kupegang dalam hidup yakni “mama pantas mendapatkan rasa hormat di sisa hidupnya.”

Dan, untukmu mama, kunyanyikan kembali dua bait lagu Christine Panjaitan ini:

Seluruh jiwa ragaku
Segalanya untukmu mama
Janganlah ku dengar lagi
Engkau menangis
Badanmu kurus dan letih
Biarlah tidur dan bermimpi
Mimpikanlah hari ini
Akan berganti

Kaulah nadi hidupku mamaku
Hapuslah air matamu dari pipimu
Cantiknya raut wajahmu mamaku
Berikan senyum yang indah di bibirmu

Salam dan doa seorang sahabat untuk para sahabatnya,

***Rinnong***

166002_661327927226518_1898616988_n

About MIK'ers admin. Katolik Roma

Katolik Roma Vatikan City. Kami meyakini bahwa Gereja Katolik adalah Gereja yang direncanakan oleh Tuhan Allah, didirikan oleh Yesus Kristus Putera-Nya, dan dikuduskan terus menerus oleh Roh Kudus. Dan sesuai dengan amanat Yesus sendiri, Gereja Katolik menjadi "sakramen keselamatan" bagi seluruh bangsa. Setiap anggota Gereja telah dibekali dengan Roh Kristus yang memampukannya untuk hidup kudus dan yang menghantarkannya kepada keselamatan dan kehidupan yang kekal .

Terima kasih telah membaca artikel blog ini !! Jangan lupa tinggalkan komentarnya pada artikel yang di baca.. God Bless You.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s