Setelah mendekatkan telinga pada handphoneku yang sementara berdering, terdengar suara sahabatku yang mengeluh tentang diri dan hidupnya; “Kawan, apakah pintu pengampunan Allah masih terbuka untukku, yang berdosa ini?” Apakah masih ada seberkas sinar harapan yang bisa menuntunku untuk menyadari bahwa hidup ini indah dah aku harus menikmatinya?” Beberapa keluhan dan pertanyaan lain kubiarkan keluar dari hatinya tanpa menanggapinya karena kutahu sahabatku sedang membutuhkan seseorang yang mau dan rela mendengarkan kisah hidupnya.

Tergerak oleh kisahnya, kubiarkan jari-jariku menekan huruf-huruf di laptopku, yang terangkai dalam surat untuk sahabat ini untuknya dan untukmu, para pembaca.

Setiap orang pasti mempunyai masa lalu yang kelam, sekecil apa pun itu dialaminya. Meskipun demikian, tidak semua bisa belajar dari pengalaman masa lalunya, lalu bangkit dan menatap hidup dengan riang gembira dan menikmati kebahagiaan setelah hari-hari kelamnya.

Pagi ini, kukatakan kepadamu, kawan bahwa engkau tidak sendirian dalam hamparan kehidupan yang luas ini.
Bukankah seorang yang patah kakinya mampu berjalan dengan bantuan alat atau kursi rodanya?
Bukankah mereka yang patah tangannya bisa bekerja dan menulis dengan jari-jari kakinya?
Kawan, sesaat ketika engkau menyaksikan bagaimana si patah tangan dan kaki berjuang untuk bekerja seperti manusia normal, maka seharusnya engkau bersyukur bahwa yang hilang darimu bukan tangan atau kaki tapi semangat untuk menggerakkan kakimu untuk melangkah dan tanganmu untuk menggapai sesuatu yang ada di depanmu.

Kawan,
pagi ini kubisikkan kepadamu bahwa Allah mengerti setiap pribadi, ciptaan-Nya, termasuk engkau dan aku dalam perjuangan hidup di dunia ini; Ia tahu bahwa kegagalan sekecil apa pun itu pasti kita alami sebagai makluk ciptaan-Nya. Tapi, kuingatkan kepadamu sebagai seorang sahabat bahwa Allah akan sangat menyesal bila engkau tidak mau bangun dari tidurmu, tidak mau bangkit dari jatuhmu. Cobalah hitung berapa kali Ia jatuh tapi bangkit kembali dan berjalan sambil memikul salib menuju bukit Golgota? Ia hanya mau menunjukkan bahwa jatuh adalah pengalaman manusiawi, tapi bangun, bangkit dan berjalan terus menuju puncak adalah pengalaman rahmat. Dan, rahmat itu berasal dari Sang Khalik yang diberikan kepadamu dengan cuma-cuma. Ia pasti akan mengatakan kepadamu setiap saat engkau jatuh; “Kawan, bangunlah dan berjalanlah sambil memikul salib sampai ke puncak.” Kuingatkan kepadamu bahwa Ia memikul salib menuju bukit pengorbanan, tapi engkau memikulnya menuju kebahagiaan hidup, karena itulah yang diinginkan dari tindakan pengorbanan-Nya untukmu dan untukku.

Kawan,
para cacat kehilangan kaki dan tangan, tapi mereka tetap memiliki semangat hidup,yang memampukan mereka untuk bisa berjalan dan bekerja. Lalu, apa yang kurang darimu sebagai seorang manusia yang normal? Kukatakan ini kepadamu sebagai seorang sahabat; “Kehilangan semangat hidup lebih menyengsarakan dari kehilangan sebagian anggota tubuh.” Dan, sadarlah bahwa engkau telah kehilangan semangat untuk hidup saat ini.

Karena itu, kawan…
Petiklah pelajaran dari masa lalumu dan buatlah yang terbaik di hari ini, karena sesungguhnya yang terbaik darimu di hari ini sangat menentukan apa yang Anda akan alami di hari esok.

Aku hanya berharap…semoga setelah membaca surat ini, engkau akan kudapati tersenyum kembali sambil menjalani dan menikmati hidupmu di sisa waktu yang masih diizinkan oleh Sang Khalik kepadamu.

Dari seorang sahabat untuk sahabatnya,

***Rinnong***

970028_658891600803484_348436862_n

About MIK'ers admin. Katolik Roma

Katolik Roma Vatikan City. Kami meyakini bahwa Gereja Katolik adalah Gereja yang direncanakan oleh Tuhan Allah, didirikan oleh Yesus Kristus Putera-Nya, dan dikuduskan terus menerus oleh Roh Kudus. Dan sesuai dengan amanat Yesus sendiri, Gereja Katolik menjadi "sakramen keselamatan" bagi seluruh bangsa. Setiap anggota Gereja telah dibekali dengan Roh Kristus yang memampukannya untuk hidup kudus dan yang menghantarkannya kepada keselamatan dan kehidupan yang kekal .

Terima kasih telah membaca artikel blog ini !! Jangan lupa tinggalkan komentarnya pada artikel yang di baca.. God Bless You.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s