Beberapa pengalaman akhir-akhir ini menuntunku untuk duduk sejenak di depan laptop pada akhir pekan ini untuk menulis sesuatu untukmu dengan bertanya diri; “Layakkah aku dipercaya?”
487551_659426014083376_806868131_n

Terhadap para imamnya di Argentina umumnya dan Buenos Aires khususnya, Kardinal Jorge Mario Bergoglio (yang sekarang kita kenal sebagai Paus Fransiskus) pernah mengeluarkan pernyataan yang menggigit dan menusuk kalbu bila masih ada hati yang peka dan punya rasa untuk mendengarkan dan merenungkannya. Katanya: “ADA BEBERAPA IMAM YANG TIDAK LAYAK UNTUK DIHORMATI DAN DIPERCAYAI.” Tentunya sang Kardinal mengeluarkan kritis pedas ini berdasarkan kenyataan di tengah umat bahwa atas sikap dan tingkah laku, atas gaya hidup dan perbuatan beberapa imam/pastor di tengah umat, mereka tidak layak untuk dihormati dan dipercayai. Ini bukan sebuah pernyataan pelecehan melainkan suara kenabian yang membuat para imam/pastor merenung dan berbalik pada hakekat panggilannya sebagai seorang gembala di tengah kawanan dombanya.

Di akhir pekan ini, kudatangi engkau, para sahabatku dan mengatakan hal yang sama bahwa “banyak di antara kita memang tidak layak untuk dihormati dan dipercayai.” Ketidaklayakkan kita bukan karena orang lain tidak mau menghormati dan mempercayai kita, atau karena cemburu dan iri hati kepada kita, melainkan lebih banyak karena memang sikap dan tingkah laku, tutur kata dan bahasa, gaya hidup dan perbuatan kita tidak cukup menjadi alasan bagi sesama kita untuk menghormati dan mempercayai kita. Kepercayaan dan penghormatan bukan sesuatu yang diberikan karena paksaan, bukan juga karena jabatan dan posisi kita di tengah sesama, melainkan karena keluhuran martabat kita, yang terungkap dalam dan melalui kata dan perbuatan kita setiap saat. Penghormatan dan kepercayaan bukan sesuatu yang harus dicari bahkan harus dibayar dengan uang atau harta lainnya, melainkan lebih menjadi sebuah ungkapan rasa terdalam dari orang lain atas apa yang kita bicarakan dan perbuat dalam hidup di tengah sesama kita.

Tapi kawan, janganlah berkecil hati. Bila mentari masih terbit dan terbenam untukmu, bila engkau dan aku masih ada di sana pada esok, lusa dan seterusnya, maka ingatlah bahwa itulah kesempatan dari Sang Khalik untukmu dan untukku agar kita berjuang menjadikan diri LAYAK dan PANTAS untuk dihormati dan dipercayai. Lakukanlah yang terbaik dengan jujur, benar, adil dan tulus, maka tanpa penghormatan dan penghargaan dari sesama pun, engkau tidak akan kecewa karena sesungguhnya engkau telah membersihkan dan menyiapkan tempatmu di Rumah Sang Khalik kelak.

Apakah aku layak untuk dihormati dan dipercayai? Jawablah bukan semata dengan kata, tapi harus dengan perbuatan nyata, bukan esok tapi hari ini.

Selamat berakhir pekan.

Salam dan doa dari seorang sahabat untuk para sahabatnya,

***Rinnong***

About MIK'ers admin. Katolik Roma

Katolik Roma Vatikan City. Kami meyakini bahwa Gereja Katolik adalah Gereja yang direncanakan oleh Tuhan Allah, didirikan oleh Yesus Kristus Putera-Nya, dan dikuduskan terus menerus oleh Roh Kudus. Dan sesuai dengan amanat Yesus sendiri, Gereja Katolik menjadi "sakramen keselamatan" bagi seluruh bangsa. Setiap anggota Gereja telah dibekali dengan Roh Kristus yang memampukannya untuk hidup kudus dan yang menghantarkannya kepada keselamatan dan kehidupan yang kekal .

Terima kasih telah membaca artikel blog ini !! Jangan lupa tinggalkan komentarnya pada artikel yang di baca.. God Bless You.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s