524624_191785930941855_742720698_n

Selesai membaca tulisan singkat saya tentang soal pengkhianatan, seorang teman bertanya lewat inbox: “Romo, gimana kalau karena sebuah pengkhianatan, saya harus menangis sampai sekarang?”

Kuyakini banyak di antara kita, khususnya orang-orang muda pun pasangan suami-istri pasti mengalami sakitnya sebuah pengkhianatan terhadap cinta dan kesetiaan. Karena itu, malam ini kutuliskan seuntai kata untukmu, yang tentunya tidak menjadi jawaban tuntas atas apa yang Anda alami dan tanyakan, tapi semoga membuka cakrawala berpikirmu bahwa “hidup ini terlalu singkat terberi untuk setiap orang, yang hendaknya tidak hanya diisi dengan tangisan, tapi setiap orang hendaknya berjuang untuk melihat pelangi setelah hujan dalam kehidupannya yang berarak menuju tapal batas akhir.”

Kawan,
malam ini kudatangi engkau dan membisikkan yang satu ini: Hanya engkau sajalah yang bisa menghentikan tangisanmu; Kalau ada yang telah mengkhianatimu bukan berarti tidak bisa ada yang lain, yang bisa menyembuhkanmu, walaupun tetap Anda harus berbesar hati merima kenyataan bahwa dia yang kemudian datang dalam hidupmu pasti tidak sama seperti yang pertama, yang telah mengkhianatimu. Tapi, justru dalam perbedaan karakter itulah hidup itu menjadi nikmat untuk dijalani.

Kawan,
kesalahan banyak orang dalam keadaan seperti itu adalah mereka berpikir bahwa cinta sejati telah hilang seiring dengan perginya dia, padahal kalau cinta itu telah hilang atau dia yang Anda cintai telah mengkhianatimu maka itu bukan namanya cinta sejati, itu berarti dia bukan seorang pencinta sejati. Kalau cinta itu bukan untukmu, kalau dia bukan yang terbaik untukmu, mengapa kepergiaan bersama cintanya harus membebanimu sepanjang hidup? Mungkin saja dia di sana menikmati hidup dan cintanya bersama orang lain tanpa berpikir tentangmu lagi, lalu kenapa Anda harus mengorbankan sesuatu untuknya, yang seharusnya tidak harus Anda lakukan?

Kawan,
kembalilah kepada dirimu sendiri. Hentikanlah tangismu, dan tataplah masa depanmu dengan penuh riang gembira. Tidak ada orang lain yang bisa melepaskan ikatan kesedihan dan sakit itu dari hati dan pikiranmu selain hanya engkau seorang. Kuyakinkan engkau malam ini bahwa dia yang akan memberi kebahagiaan sedang berdiri di depan pintu hatimu. Apa yang harus Anda lakukan adalah bangkit dan pergi membuka pintu, lalu mempersilakan dia masuk untuk merajut kebahagiaan bersamamu.

Ingatlah yang satu ini: “Kalau pun dia tidak bisa menyembuhkan lukamu, maka pasti DIA yang lain bisa menemanimu sampai engkau tersembuhkan, karena sesungguhnya Ia pernah berkata: “Datanglah kepada-Ku kalian semua yang letih, lesu dan berbeban berat, maka Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.”

Selamat beristirhat…..

Salam dan doa seorang sahabat untuk para sahabatnya,

***Rinnong***

About MIK'ers admin. Katolik Roma

Katolik Roma Vatikan City. Kami meyakini bahwa Gereja Katolik adalah Gereja yang direncanakan oleh Tuhan Allah, didirikan oleh Yesus Kristus Putera-Nya, dan dikuduskan terus menerus oleh Roh Kudus. Dan sesuai dengan amanat Yesus sendiri, Gereja Katolik menjadi "sakramen keselamatan" bagi seluruh bangsa. Setiap anggota Gereja telah dibekali dengan Roh Kristus yang memampukannya untuk hidup kudus dan yang menghantarkannya kepada keselamatan dan kehidupan yang kekal .

Terima kasih telah membaca artikel blog ini !! Jangan lupa tinggalkan komentarnya pada artikel yang di baca.. God Bless You.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s