378196_273757596069651_2034202460_n

Dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus menyampaikan pesan kepada para rasul agar mereka saling mengasihi. Tentu ada pelbagai cara untuk mengekspresikan kasih itu. Tetapi bagi Yesus wujud tertinggi dari kasih adalah ‘pemberian diri’. Dengan jelas Yesus katakan: “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya” (Yoh. 15:13).

Pemberian diri sebagai wujud tertinggi dari kasih itu ditempatkan oleh Yesus dalam ‘reasi-relasi yang istimewa’. Jalinan kasih antara ‘Bapa dan Putera’ menjadi model (bdk. Yoh. 15:9-10). Cinta Yesus dan ketaatan pada kehendak Bapa-Nya dinyatakan dalam pemberian diri yang total melalui kematian-Nya di salib, agar semua orang yang percaya kepada-Nya memperoleh keselamatan. Demikian pun dengan para rasul-Nya, Yesus menempatkan keistimewaan jalinan kasih itu antara sahabat dengan sahabat; bukan relasi tuan dan hamba (bdk. Yoh. 15:14-15). Dalam realsi-relasi istimewa inilah kasih itu dihayati dengan sukacita.

Sebagai murid Yesus, kita semua diminta untuk ‘tinggal dalam kasih-Nya’. Cinta dan ketaatan kita pada kehendak-Nya akan membuat kita berani untuk berkorban dan menjalaninya dengan penuh sukacita. Tentu kita telah berusaha untuk mengikuti Yesus dalam jalan ini. Namun, menjadi pertanyaan bagi kita: apakah kita sungguh-sungguh menjalani semua itu dengan sukacita??? Satu hal yang perlu diyakini adalah bahwa bila kita sungguh-sungguh ‘tinggal di dalam kasih Yesus, maka kita juga akan ‘tinggal dalam sukacita-Nya’. Yesus bersabda: “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacitaKu ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh” (Yoh.15:11). Semoga Roh Kudus meneguhkan kita dalam kasih dan memancarkan sukacita sejati dalam hati kita.

Selamat beraktivitas dan selamat menjalani Novena Hari ke-5.
Semoga setiap pengorbanan kita dijalani dengan sukacita

About MIK'ers admin. Katolik Roma

Katolik Roma Vatikan City. Kami meyakini bahwa Gereja Katolik adalah Gereja yang direncanakan oleh Tuhan Allah, didirikan oleh Yesus Kristus Putera-Nya, dan dikuduskan terus menerus oleh Roh Kudus. Dan sesuai dengan amanat Yesus sendiri, Gereja Katolik menjadi "sakramen keselamatan" bagi seluruh bangsa. Setiap anggota Gereja telah dibekali dengan Roh Kristus yang memampukannya untuk hidup kudus dan yang menghantarkannya kepada keselamatan dan kehidupan yang kekal .

Terima kasih telah membaca artikel blog ini !! Jangan lupa tinggalkan komentarnya pada artikel yang di baca.. God Bless You.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s