Penantian panjang untuk mendapatkan “seorang bayi” akhirnya terwujud ketika dokter yang memeriksa istriku mendatangiku dan berkata; “Pa, istrimu telah hamil.” Tanpa mempedulikan dokter dan beberapa perawat yang ada di situ, aku segera menggendong istriku sambil terus menerus mencium perutnya sebagai ungkapan suka cita atas “calon bayi” yang sedang dikandung istriku.

Cintaku terhadap istriku semakin hari semakin. Apa pun yang dia minta sejauh ada peluang untuk mendapatinya maka aku akan berjuang untuk mencari, menemukan dan memberi kepadanya. Demikian pun aku teringat saat malam merayap larut, tapi dia memintahku untuk mengambil buah mangga muda di samping rumah kami untuknya. Lucu dan sepertinya tidak wajar, tapi aku baru sadar tentang apa artinya seorang istrim mengidam sewaktu mengandung seorang bayi.

Namun…
bagaikan petir menyambar di siang bolong, ketika suatu sore, aku kembali ke rumah dan mendapati rumah kami sunyi sepi tidak seperti biasanya. Memanggil nama istriku beberapa kali tapi tidak ada balasan darinya seperti biasanya. Semakin curiga akan apa yang dialami istriku, aku segera membuka pintu dengan kunci di tanganku dan terus memanggil dan mencari di mana istriku berada. Tiba-tiba terdengar suara jeritan kecil dari balik kamar mandi, dan kutahu itu suara istriku. Aku segera berlari dan mendapatinya…dan, betapa terkejutnya aku ketika kulihat darah mengalir di sekitar tubuh istriku yang lesuh terduduk tak berdaya.

Aku menjerit bagaikan seorang ibu menangisi kematian anak kesayangannya, karena kutahu bahwa istriku telah mengalami keguguran kandungannya. Dalam kesedihan bercampur amarah terhadap Tuhan atas musibah yang menimpah istri dan calon anakku, kukeluarkan segala mainan, pakaian bayi yang telah kusiapkan, lalu kuhamburkan ke hadapan Sang Bunda, yang sedang memeluk Tubuh Yesus, Putranya yang tak bernyawa setelah diturunkan dari salib. Di hahadapan patung pieta, aku menangis dan seakan menuntut keadilan dari Sang Bunda; “Kembalikan anakku, Bunda….kembalikan…kembalikan anakku.”

Aku menangis dan menjerit untuk beberapa waktu lamanya di hadapan patung Pieta, yang duduk diam lesuh di hadapanku. Tiba-tiba, kedua tangan halus memelukku dari belakang, yang membuatku tersadar bahwa aku telah berada di hadapan Bunda dalam keadaan tidak sadarkan diri untuk beberapa waktu lamanya. Kutahu bahwa itu tangan halus istriku tercinta.

Istriku, lalu membisikkan kata-kata ini di telingaku; “Pa, lihatlah wajah lesuh Sang Bunda, yang sedang memeluk Yesus, Putranya yang tak bernyawa.” Perlahan-lahan kuangkat mukaku dan menatap wajah sedih Sang Bunda, yang taat dan setia menjalani jalan salib hidupnya, “terjadilah padaku menurut perkataanmu.” Ya, Bunda tak pernah meratap dan memintah kembali Sang Putra dari Bapa di Surga. Sang Bunda tahu bahwa segalanya indah dalam rencana Bapa untuknya.

Aku hanya berpesan padamu, kawan…
jika Anda mempunyai anak, maka jagalah mereka dengan cinta dan kasih sayang yang tanpa batas. Anak adalah pemberian terindah dari Tuhan untukmu, dan harta apa pun tak dapat menggantikan kehadiran mereka dalam hidupmu sebagai orang tua.
Dan, bagi para sahabat yang sedang merindukan kehadiran seorang bayi dalam hidupmu, marilah kita menanti dengan iman dan harap seperti penantian Sara dan Elisabet bahwa Tuhan tidak akan pernah merencanakan sesuatu yang buruk untuk kita.
Bagiku, jika pun akhirnya aku tidak mendapatkan anak dari istriku lagi, maka aku berjanji kepada Bunda untuk menjadi ayah bagi anak-anak yang tidak memiliki ayah kandung, yang ditinggalkan oleh orang tua mereka. Diamnya Sang Bunda telah memberiku kekuatan untuk mengerti dan memahami bahwa tidak semua yang kita rindukan harus kita dapatkan, namun kerinduanku adalah seuntai doa di bulan Maria ini, semoga lewat perantaraan Sang Bunda, aku pun akan diizinkan untuk memeluk dan menggendong seorang bayi dari darah dagingku sendiri.

Goresan hatiku untuk hatimu, kawan.

***Rinnong***255702_650267971665847_538551076_n

About MIK'ers admin. Katolik Roma

Katolik Roma Vatikan City. Kami meyakini bahwa Gereja Katolik adalah Gereja yang direncanakan oleh Tuhan Allah, didirikan oleh Yesus Kristus Putera-Nya, dan dikuduskan terus menerus oleh Roh Kudus. Dan sesuai dengan amanat Yesus sendiri, Gereja Katolik menjadi "sakramen keselamatan" bagi seluruh bangsa. Setiap anggota Gereja telah dibekali dengan Roh Kristus yang memampukannya untuk hidup kudus dan yang menghantarkannya kepada keselamatan dan kehidupan yang kekal .

Terima kasih telah membaca artikel blog ini !! Jangan lupa tinggalkan komentarnya pada artikel yang di baca.. God Bless You.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s