940988_3122678281222_214049205_n

Kata Skapulir berasal dari bahasa Latin ” scapule ” yang berarti “
bahu “, bentuk perkembangan dari sejenis celemek yang dipakai
sebagai bagian busana agama, dikenakan oleh para rahib pada saat
bekerja.

RAHIB PEKERJA
Skapulir pertama berbentuk secarik kain kecil, dengan kelebaran
kurang dari dua puluh inci, dan terbuka pada bagian kepala,
digantungkan di atas bahu rahib, untuk menutup bagian depan dan
belakang dari pakaian rahibnya ( habit ). Jubah yang menyerupai
celemek ini merupakan kelengkapan standar bagi seorang rahib
Benediktin, seperti dijelaskan dalam Peraturan Santo Benediktus,
tatacara biara abad keenam belas, dikaitkan dengan Benedictus dari
Nursia, uskup biara di Latin West. Kemudian skapulir juga digunakan
oleh ordo religius lain, seperti Dominikan dan Karmelit.

HABIT – DALAM BENTUK KECIL
Skapulir diperkenalkan kepada kaum awam yang setia pada abad ketiga
belas dengan pembentukan serikat biarawan ( bruder ) dan ordo ketiga
penebusan dosa, sekelompok kaum awam yang mengikatkan diri dengan
ordo rahib religius, dengan meneladani semangat ordo lewat praktek
doa dan kemiskinan. Sebagai bukti keikutsertaan orang-orang ini pada
ordo, muncul kebiasaan untuk memberikan sebuah skapulir dalam warna
serupa dengan habit religius kepada awam yang bersangkutan oleh
rahib, untuk menandakan pakaian yang dikenakan oleh ordo. Dalam
Ensiklopedi Katolik Baru dijelaskan,

Skapulir dan aksesori lain yang merupakan bagian dari habit, membuat
si pemakai selalu ingat apa yang dilambangkan oleh ordonya, baik
yang menyangkut idealnya, tradisinya serta kehidupan kudus yang
telah dicapai oleh banyak orang telah mengenakan seragam serupa.
Sebagai bagian dari seragam, skapulir juga menunjukan ikatan khusus
karitas ( kasih sayang ), yang menyatukan semua pemakai atau yang
telah mengenakan skapulir itu.

Walau demikian, skapulir simbolik ini berbeda dalam bentuk, dengan
jubah pada abad-abad pertama. Skapulir biasanya terdiri dari dua
potong kain yang dihubungkan dengan tali atau pita di atas bahu
pemakainya, sepotong kain dikenakan di atas dada, yang lain di
bagian punggungnya.

SKAPULIR KECIL
Pada abad keenam belas skapulir diperkecil, setelah kaum awam mulai
mengenakan ” skapulir kecil “. Skapulir ini terdiri dari dua potong
kain yang tidak lebih besar dari empat persegi panjang selebar 2
inci, dikenakan oleh para anggota ordo ketiga, tetapi juga kaum awam
yang berpartisipasi dalam doa dan praktek ordo tertentu, namun tidak
mematuhi peraturan ordo ketiga atau serikat biarawan( bruder ).
Lebih lanjut Ensiklopedi Baru Katolik menjelaskan,

Skapulir kecil diberikan kepada anggota ordo ketiga atau oblat, dan
menjadi tanda penerimaan mereka dalam persaudaraan dengan para
religius suatu ordo, dimaksudkan untuk mendorong partisipasi dalam
doa, kegiatan dan semangat ordo. Di samping itu, skapulir merupakan
ikrar atau kesetiaan partisipasi seseorang dalam penilaian ordo.

Berbeda dengan skapulir ordo ketiga, yang biasanya biasa dan
sederhana, skapulir kecil seringkali dihias dengan bordiran gambar
Maria, orang kudus atau obyek devosi khusus. Dari sini potongan kain
mewakili berbagai ordo kebiaran dan serikat biarawan ( bruder )
sebagai jenis lambang.

SKAPULIR COKLAT
Skapulir Bunda Karmel atau Skapulir Coklat adalah yang pertama
bertanggungjawab atas hak tertentu menyangkut manfaat rohani yang
diperoleh lewat penggunaan skapulir. Penyebabnya muncul pada 1251,
ketika menurut Legenda Karmelit .. Santa Perawan Maria menampakan
diri kepada Santo Simon Stock, dari ordo Karmelit di Aylesford,
Kent, Inggris. Dalam penampakan itu, Maria menunjukan kepadanya
skapulir coklat , dan menyatakan bahwa siapapun yang memakainya
dengan penuh hormat, akan mendapatkan penyelamatan kekal. Maria
menjadikan skapulir ini tanda perlindungannya.
Meskipun demikian, janji yang diberikan kepada skapulir menunjukan
sejumlah masalah teologis, oleh karenanya harus dipahami sesuai
dengan ajaran Gereja, menyangkut ketidakpastian penyelamatan.
Sebagai medali religius, adalah suatu hal yang keliru menberikan
kegunaan magis terhadap skapulir itu sendiri. Skapulir hanyalah
saluran rahmat sejauh memberikan pengaruh dari sakramen. Skapulir
adalah perlambang yang mengingatkan orang untuk percaya kepada
imannya. Hal ini dijelaskan dalam pamflet Skapulir dari Bunda Karmel
yang diterbitkan oleh Tempat Suci Nasional Bunda Karmel,

Skapulir Karmelit bukanlah benda magis yang akan melindungi saudara,
bukan pula jaminan penyelamatan otomatis atau dalih untuk tidak
menjalani kehidupan Kristiani. Skapulir adalah tanda iman dan
tanggung jawab Kristiani. Ia menunjukan pembaruan harapan untuk
bertemu dengan Tuhan dalam kehidupan kekal, dengan bantuan,
perlindungan dan perantaraan Maria.

TEOLOGI SKAPULIR
Di antara makna-makna perlambang yang dikaitkan dengan skapulir
adalah kuk Kristus.

KUK KRISTUS
Karena dikenakan pertama kali sebagai bagian dari jubah religius
selama bekerja, skapulir diduga merupakan sejenis salib yang dibawa
di atas bahu Yesus. Mengenakan skapulir berarti mengikuti Kristus
dan memanggul salibNya. Kebiasaan ini kemudian menjadi perlambang
kehidupan pertapaan dan penebusan dosa serta kemiskinan.

SEMANGAT ORDO
Skapulir seperti telah disebutkan di atas, juga mulai melambangkan
semangat khusus dari ordo religius yang diwakilinya. Sebagai contoh,
Skapulir Coklat melambangkan pengabdian khusus dari pada biarawan
karmelit kepada Santa Perawan Maria dan mengungkapkan kepercayaan
Ordo kapeda perlindungan Bunda. Skapulir dari Bunda Karmel menjadi
perlambang Maria. Hingga hari ini skapulir tersebut menunjukan
keinginan dari mereka yang mengenakannya untuk menjadi seperti Maria
dalam tanggung jawabnya terhadap Kristus dan kepada sesama.

SKAPULIR COKLAT DAN MAKNA SPIRITUALNYA
Skapulir coklat berasal dari tradisi Ordo Karmelit yang dianggap
sebagai tanda perlindungan Bunda Maria. Makna spiritual yang telah
berusia berabad-abad ini disetujui oleh Gereja :
1. Skapulir coklat adalah perlambang cinta keibuan Maria kepada
kita.
2. Skapulir coklat digunakan untuk menunjukan tanggungjawab dalam
mengikuti Yesus, seperi yang dilakukan oleh Bunda Maria. Ia adalah
teladan sempurna dari semua murid Yesus.
3. Skapulir coklat mengantar kita pada keluarga Karmel, komunitas
religius pria dan wanita, yang telah ada dalam tubuh Gereja selama
lebih dari delapan abad. Skapulir menghubungkan kita pada
spiritualitas kontemplatif dan kerasulan Karmelit, dan mengajak kita
untuk menjalani cita-cita dari keluarga religius ini, yaitu
keintiman persahabatan dengan Tuhan dalam doa.
4. Skapulir coklat mengingatkan kita pada teladan para kudus dari
Karmel, dengan mereka kita menjalin hubungan erat sebagai sesama
saudara wanita atau pria dalam Kristus.
5. Skapulir cokalt adalah ekspresi kepercayaan bahwa kita akan
bertemu Tuhan dalam kehidupoan kekal, dengan dibantu perantaraan dan
doa Bunda Maria.

SKAPULIR DEWASA INI
Kendati pengunaan skapulir terutama Skapulir Coklat dalam devosi
tidak sepopuler sebelum Konsili Vatikan II, hingga hari ini skapulir
masih dikenal sebagai benda resmi yang berkaitan dengan upacara
suci. Selanjutnya menurut Konstitusi Liturgi Kudus, skapulir dan
benda-benda yang berkaitan dengan upacara suci adalah “tanda suci
yang menunjukan pengaruh yang diperoleh lewat perantaar Gereja” (
Konstitusi Liturgi Kudus, no.60 ).
Terdapat hampir dua puluh skapulir yang digunakan untuk devosi. Yang
paling populer adalah Skapulir Coklat, Skapulir Tritunggal yang
Mahakudus, Skapulir Ratu Tujuh Kedukaan, Skapulir Kesengsaraan, dan
Skapulir Santa Perawan Maria yang Dikandung Tanpa Noda.

PENERIMAAN SKAPULIR
Seperti medali religius skapulir diberikan untuk dikenakan dalam
upacara pelantikan atau pendaftaran. Bila seseorang mengenakan
skapulir, ia dapat menggantikannya dengan medali skapulir, asalkan
medali itu menggambarkan Hati Kudus di salah satu sisinya, dan Bunda
Maria di sisi lain.

Dari buku Devosi Umat Katolik
oleh Therese Johnson Borcha

About MIK'ers admin. Katolik Roma

Katolik Roma Vatikan City. Kami meyakini bahwa Gereja Katolik adalah Gereja yang direncanakan oleh Tuhan Allah, didirikan oleh Yesus Kristus Putera-Nya, dan dikuduskan terus menerus oleh Roh Kudus. Dan sesuai dengan amanat Yesus sendiri, Gereja Katolik menjadi "sakramen keselamatan" bagi seluruh bangsa. Setiap anggota Gereja telah dibekali dengan Roh Kristus yang memampukannya untuk hidup kudus dan yang menghantarkannya kepada keselamatan dan kehidupan yang kekal .

Terima kasih telah membaca artikel blog ini !! Jangan lupa tinggalkan komentarnya pada artikel yang di baca.. God Bless You.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s