Bunda
Kau kuat menanggung beban kandungan
Sembilan bulan

Bunda
Kau sabar membiarkanku berada di sana
Hingga proses kelahiran

Bunda
Kau saksi betapa sakit persalinan
Batas tipis hidup mati yang kau taruhkan

Bunda
Saat tangis mungilku terdendangkan
Berderai tangis harumu beriring senyum kebahagiaan

Bunda
Bayi itu kau selimuti kasih sayang
Dengan perasaan tulus tak terbantahkan

Bunda
Kau saksi pertama aku berceloteh mungil
Saksi pertama langkah-langkah kecil

Bunda
Caramu indah dalam membesarkanku
Meski harus menempuh liku-liku

Bunda
Saat dewasaku
Tak ingin ku menjadi saksi beribu pilumu

Bunda
Aku ingin kau senantiasa bahagia
Meski dalam sahaja
Bersama lelaki tercinta
Yang biasa kusapa ayahanda

Bunda
Aku ada

 

Terima kasih telah membaca artikel blog ini !! Jangan lupa tinggalkan komentarnya pada artikel yang di baca.. God Bless You.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s