DIAM

Setelah misa malam, kuhampiri rumah makan “Chowking” yang menjual makanan murah meriah. Kupesan nasi dan daging ayam serta segelas “coca cola.”

Di tengah jalan antara station kereta api dan tempat kostku, kubeli pisang rebus 3 buah. Kujinjing 2 bungkusan itu sambil berjalan menuju tempat di mana sang pengemis itu tinggal.

Sudah hampir 2 Minggu selalu kudapatkan pengemis itu duduk di kala siang dan tidur beralaskan koran bila malam tiba di tempat yang sama tanpa berpindah.

Ketika sampai di tempatnya, ia sementara tidur. Kududuk di sampingnya dan menyentuh badannya dengan tanganku untuk membangunkan dia (Teringat kisah wanita yang menyentuh jumbai jubah Yesus). Ia, lalu segera bangun, memandang heran kepadaku (Kutahu bahwa ia heran karena untuk pertama kalinya seseorang mendekatinya seperti itu). Kubuka bungkusan nasi dan daging ayam itu, serta minuman, dan kutawarkan kepadanya. Ia langsung saja menyantapnya tanpa berkata apa pun (Aku tahu ia sangat kelaparan). Dalam hati kuberkata: “Kawan, diammu adalah SUARA TUHAN UNTUKKU.”

Sambil memandangnya, aku mulai membuka bungkusan pisang rebus, lalu kusantap di sampingnya tanpa kata sambil terharu mengingat sabda Sang Guru Cinta: “Apa pun yang kamu lakukan kepada salah satu saudara-Ku yang paling hina ini, itu kamu lakukan untuk-Ku.”

Beberapa orang yang sempat melewati tempat itu memandang kami berdua dengan penuh keheranan sambil berlalu. Aku pun tidak menghiraukan mereka sambil memandang langit yang hanya diterangi oleh bintang-bintang.

Kawan, malam semakin larut, dan mungkin engkau tidak sempat lagi untuk berbagi kepada salah satu saudaramu, yang malam ini sangat membutuhkan sesuap nasi. Akan tetapi, dengarlah pesanku kepadamu sebagai sahabatmu; “Jika engkau sempat membaca tulisan berserakan ini, maka esok adalah kesempatan bagimu untuk berbagi apa saja yang engkau punya dan dapat kau berikan kepada mereka yang membutuhkannya. Tidak harus barang (makanan) tapi cinta dan perhatian kiranya tak kau simpan di hatimu bila memang ada yang membutuhkannya.

Salam dan doa seorang sahabat untuk para sahabatnya,

***Rinnong***
Katipuan-Quezon City
(Filipina)

About MIK'ers admin. Katolik Roma

Katolik Roma Vatikan City. Kami meyakini bahwa Gereja Katolik adalah Gereja yang direncanakan oleh Tuhan Allah, didirikan oleh Yesus Kristus Putera-Nya, dan dikuduskan terus menerus oleh Roh Kudus. Dan sesuai dengan amanat Yesus sendiri, Gereja Katolik menjadi "sakramen keselamatan" bagi seluruh bangsa. Setiap anggota Gereja telah dibekali dengan Roh Kristus yang memampukannya untuk hidup kudus dan yang menghantarkannya kepada keselamatan dan kehidupan yang kekal .

Terima kasih telah membaca artikel blog ini !! Jangan lupa tinggalkan komentarnya pada artikel yang di baca.. God Bless You.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s