Apa yang muncul dalam hatimu bila melihat orang lain menampilkan wajah yang kurang simpatik, masam dan tidak bersahabat ataupun rada-rada cuek? Barangkali anda kesal, jengkel, tidak nyaman atau bahkan sedikit takut. Ini seharusnya tidak perlu terjadi bila kita menyadari nilai sebuah keindahan hidup bahwa kita dipanggil untuk saling menyejukkan dan meneduhkan satu sama lain. Dan kalau ini tidak nyata terjadi barangkali rasa tidak enak dan bahkan penyesalan bisa muncul.

Saya suka jogging sore di sekitar perumahan tepatnya di kawasan paroki Santo Mikael Guam. Sekitar satu jam sport, keringat bercucuran dan rasa capek sangat terasa. Rasanya tidak sanggup lagi lari maka saya hanya berjalan di sisa waktu yang ada. Dengusan nafas yang satu dua memaksaku fokus dengan diri. Tiba-tiba sekitar 30 meter saya melihat seorang remaja yang berjalan menuju ke arah saya.

Dari jarak yang semakin dekat saya melihat dia nampaknya sedih dan bahkan seperti menangis. Muncul suatu bisikan dalam hatiku, “Lakukan sesuatu untuk anak ini. Dia membutuhkanmu. “ Jarak sekian meter bisikan itu semakin kuat. Namun bisikan itu tidak mampu mendorong apalagi memaksa diriku untuk melakukan sesuatu untuknya. Malah realitas yang berbanding terbalik yang terjadi di mana wajahku tidak simpatik dan sikapku menyiratkan kecueakan. Saya membiarkan saja dia berlalu tanpa memberi suatu sapaan dan lemparan senyuman.

Beberapa saat setelah kami berpapasan, saya menoleh ke belakang dan dia sudah lenyap. Muncul penyesalan mendalam atas sikap cuek dan pancaran wajah yang tidak bersahabat terhadapnya. Sederetan nada mengejek diri muncul dalam hatiku “Bukankah seharusnya kamu harus menyapa anakku selamat sore apa kabarmu hari ini. Bukankah kamu seharusnya mengatakan, “Sahabatku nampaknya kamu sedih apakah saya bisa melakukan sesuatu untukmu? Bukankah juga kamu seharusnya melempar sebuah senyuman di kala dia membutuhkan seseorang untuk menyirami hatinya yang sedah sedih? Rasa dan perasaan inilah yang menjadi permenungan sampai menjelang tidur tadi malam.

Para sahabatku terkasih, pengalaman di atas adalah sebuah gambaran real yang bisa nyata terjadi dalam kehidupanmu. Anda bisa meneropong lorong-lorong kehidupan yang berisi keprihatinan, kesedihan dan tangisan insan penghuni dunia. Sejauh anda melangkah di situ nampak suatu hamparan yang berisi nada-nada sentimental yang menyayat hati. Sejauh anda memandang di situ juga cerita pilu dari mereka yang mempunyai seabrik masalah hidup.

Namun tidak usah jauh, di langkah yang anda lalui dan di jalan yang anda lewati pasti ada “bertemakan” yang sama. Kamu melihat orang lain, teman bahkan keluargamu sendiri yang barangkali memikul beban berat. Mereka membutuhkan teman yang bisa mendengar dan menampung curahan hati yang gundah gulana. Mereka butuh seseorang yang memberi sapaan, “Sahabatku apa kabarmu hari ini? Mereka rindu mendengar sapaanmu, “Saudaraku, semuanya akan baik-baik saja,” Mereka juga pasti mendambakan wajahmu yang simpatik dan dihiasi senyuman yang mampu mengairi hatinya yang kering, gersang kerontang. Saat itu mereka sangat membutuhkan mutiara rohani yang mampu menjawah kehausan hati dan kelaparan jiwanya.

Maka, janganlah anda menjual mahal yang murah itu. Mulailah hari ini dengan ucapan syukur. Salah satu cara mengucap syukur ialah membagi harta rohani yang anda miliki yakni sesungging senyuman, seuntai sapaan, genggaman jabat tangan dan pandangan penuh simpati. Jangan biarkan orang lain berlalu dari hadapan anda tanpa sapaan penuh persaudaraan dan lemparan senyum hangatmu sebelum anda menyesali diri karena tidak melakukan sesuatu yang seharusnya anda lakukan seperti penyesalan saya dalam kisah di atas.

 

rabu-abu-1

About MIK'ers admin. Katolik Roma

Katolik Roma Vatikan City. Kami meyakini bahwa Gereja Katolik adalah Gereja yang direncanakan oleh Tuhan Allah, didirikan oleh Yesus Kristus Putera-Nya, dan dikuduskan terus menerus oleh Roh Kudus. Dan sesuai dengan amanat Yesus sendiri, Gereja Katolik menjadi "sakramen keselamatan" bagi seluruh bangsa. Setiap anggota Gereja telah dibekali dengan Roh Kristus yang memampukannya untuk hidup kudus dan yang menghantarkannya kepada keselamatan dan kehidupan yang kekal .

Terima kasih telah membaca artikel blog ini !! Jangan lupa tinggalkan komentarnya pada artikel yang di baca.. God Bless You.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s