JANGANLAH BERSEDIH ANAKKU

Tulisan Berserakan:

“JANGANLAH BERSEDIH ANAK-KU”

Setelah membuat renungan malam “Voice Note” (blackberry) dan renungan tertulis yang kuposting di group facebook, aku ber”joging”ria keliling kompleks di mana aku tinggal.

Karena capai (maklum lutut sudah mulai bergoyang alias tua) maka setelah putaran terakhir, aku membaringkan tubuh di atas aspal sambil memandang “bulat sabit” yang memberi terangnya ke bumi. Wow…betapa indahnya alam ciptaan di waktu malam, gumanku dalam hati sambil mendendangkan lagu alm. 

Broery Pesulima/Marantika (Maklum orang Ambon) “Bulan sabit yang jatuh di pelataran…”

Tiba-tiba segumpal awan tebal bergerak menutupi bulan, aku lalu mengeluh kepada Sang Pencipta:Mengapa awan itu menutupi bulan-Mu? Tidak tahukah Engkau bahwa aku sementara menikmati keindahan-Mu lewat ciptaan-Mu di waktu malam? Tak terlihat tapi sangat terasa sapaan lembut ke-Bapa-an-Nya di relung hatiku; “Pandanglah sekali lagi ke atas, anak-Ku.” Aku lalu memandang awan yang terus bergerak di langit. Ia menyambung; “Bukankah awan itu hanya sementara saja, dan ia akan berlalu dari padanganmu sehingga engkau akan menikmati lagi cahaya bulan-Ku? Bulan-Ku tetap di sana bersama-Ku. Demikian pun engkau tetap di situ. Akan tetapi, awan kadang menghalangi ruang antara engkau dan Aku.

Di bawah temaran bulan, kubiarkan tubuhku terbaring di sana untuk beberapa saat lamanya sambil mencoba memaknai “alunan suara lembut-Nya.” 

Ada dua hal penting yang bisa kita pelajari dari peristiwa kecil ini, yakni:

1) Awan bagaikan dosa yang selalu menghalangi kita dengan Cahaya Kasih Allah yang selalu menyapa kita. Singkirkanlah dosa-dosamu bagaikan bergeraknya awan maka terang kasih Allah dapat engkau nikmati dan rasakan dalam hidupmu;

2) Awan juga seperti masalah-masalah dalam hidup kita. Masalah, penderitaan dan penyakit yang kita alami bukan sesuatu yang permanen (menetap) dalam hidup dan hati-pikiran kita. Dengan iman dan usaha yang terus menerus, kita akan menyingkirkan mereka bagaikan tersingkirnya awan sehingga engkau akan merasakan betapa indahnya hidup ini bagaikan cahaya bulan yang menerangi bumi di waktu malam.

Anda bebas memaknai tulisan berserakan ini berdasarkan apa yang Anda rasakan dan alami sehingga sharingmu akan menjadi sumbangan terindah bagi mereka yang membacanya.

Goresan hati seorang sahabat untuk para sahabatnya,

***Rinnong***

About MIK'ers admin. Katolik Roma

Katolik Roma Vatikan City. Kami meyakini bahwa Gereja Katolik adalah Gereja yang direncanakan oleh Tuhan Allah, didirikan oleh Yesus Kristus Putera-Nya, dan dikuduskan terus menerus oleh Roh Kudus. Dan sesuai dengan amanat Yesus sendiri, Gereja Katolik menjadi "sakramen keselamatan" bagi seluruh bangsa. Setiap anggota Gereja telah dibekali dengan Roh Kristus yang memampukannya untuk hidup kudus dan yang menghantarkannya kepada keselamatan dan kehidupan yang kekal .

Terima kasih telah membaca artikel blog ini !! Jangan lupa tinggalkan komentarnya pada artikel yang di baca.. God Bless You.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s