praying_in_ukraine_201px

Para sahabatku terkasih, banyak di antara anda mengharapkan dan bahkan menuntut liturgi yang baik dan lancar, lagu-lagu yang indah dan dipersiapkan. Banyak juga orang memberi alasan mengapa sampai ada yang “jajan” ke Gereja lantaran kotbah pastor yang tidak menarik, monoton dan terkadang tidak mendarat. Itu sah-sah saja kamu berpengharapan demikian namun di pihak lain kamu juga harus merefleksi diri apakah anda juga sudah memberi diri dan hati demi kesuksesan sebuah perayaan Rohani itu? Apakah kamu juga sudah mempersiapkan diri?

Sehebat apa pun liturgy, seindah apa pun lagu dan sebagus apa pun kotbah kalau kamu tidak mempersiapkan diri dan membuka hati itu tidak akan berjalan dengan baik. Di sini saya men-share beberapa hal yang perlu anda tahu ketika mau ke Gereja.

1. Persiapan diri
Anda serius mempersiapkan diri secara fisik. Mandi tentu anda tidak pernah lupa. Memakai pakayan bagus dan necis. Tetapi apakah anda pernah mempersiapkan batin dan hatimu menyambut momen khusus itu, khususnya anda membuka hati akan kedatangan Yesus lewat hosti kudus? Bahkan beberapa di antara kita mungkin tetap memelihara kemarahan, kebencian dan balas dendam saat kamu melangkah masuk ke perjamuan-Nya. Atau juga kadang beberapa keluarga masih sempat bertengkar sebelum berangkat
Bersihkanlah hati dan tenangkan batinmu juga.

2. Rumah Tuhan beda dengan bioskop, mall atau tempat umum lainnya
Saya yakin kamu tahu perbedan dari hal yang saya sebutkan di atas namun kadang dari sikap, kamu membuatnya sama saja. Setiakah kamu membuat tanda salib seraya mencelupkan tanganmu ke tempat air kudus yang biasanya tersedia? Apakah kamu berlutut atau menunduk sebagai sikap hormat akan Yesus yang hadir dalam Tabernakel? Dan apakah anda berdoa sejenak sebelum mulai acara perjamuan? Dan bagaima cara jalan, sikap berdiri dan sikap tanganmu saat melangkah ke bangku dan juga selama perayaan?

3. Berpakaianlah dengan layak dan pantas
Ini berkaitan dengan nomor satu di atas namun tentang pakayan ini harus diberi penegasan dan penekanan karena kadang ada di antara umat kurang berpayakan secara pantas dan layak ke Gereja. Ini barangkali dipengaruhi pemikiran bahwa setelah dari Gereja akan pergi ke tempat lain untuk pesta, santai, pertemuan umum sehingga pakayan yang dipakai bukan pakayan yang pantas untuk ke Gereja tetapi untuk ke pesta atau acara sosial lainnya. Ke gereja bukanlah mau menunjukkan pakayan atau penampilan tetapi “hatimu.” Gereja bukanlah tempat untuk pertunjukkan tetapi tetap tempat rohani untuk memuji, memuliakan dan meluhurkan Allah.

4. Bacalah Kitab Suci
Orang katolik wajib membaca Kitab Suci karena itu jangan simpan Kitab Suci mu begitu lama sehingga sampai kamu tidak tahu di mana lagi Kitab Suci tersimpan. Atau Kitab Sucimu tetap baru karena terus tersimpan dan tidak pernah dibuka dan dibaca. Supaya kamu lebih gampang mengerti isi dan pesan kotbah maka bacalah sebelum kamu pergi ke Gereja.

5. Memelihara keheningan dalam kebersamaan
Benar bahwa kamu perlu memelihara relasi pribadi dengan Tuhan dan ini adalah salah satu tujuanmu pergi ke Gereja. Namun perlu diingat bahwa kamu adalah bagian dari umat lain dan Gereja adalah kumpulan orang percaya yang beribadat kepada-Nya. Maka jagalah keheningan dalam kebersamaan. Mungkin orang yang berada di belakangmu sedang berdoa dan hargailah itu. Jangan kamu asyik berbicara satu sama lain dengan teman dan orang lain.

6. Kitab Suci versus Bleckberry, HP, Ipad, android dst.
Banyak yang mengatakan bahwa salah satu perbedaan kita katolik dengan saudara-I yang protestan lihatlah apa yang mereka bawa ke Gereja. Orang katolik biasanya membawa buku lagu-lagu sedangkan protestan setia membawa Kitab Suci. Sekarang hal itu sudah semakin bergeser, kadang buku lagu pun sudah mulai tertinggal dan digantikan dengan blackberry, HP, Ipad dst. Kecanggihan tehknologi memang bisa memperlancar pekerjaan kita termasuk Perayaan Ekaristi. Namun apakah anda siap menerima era tekhnoli ini? Atau dengan kata lain semoga anda tidak tergoda untuk asyik memegang alat canggih itu saat yang tidak perlu. Anda asyik ber-BBM ria saat kotbah dst.

7. Berpartisipasi
Dalam liturgi Perayaan Ekaristi ada bagian khusus di mana anda lebih diharapkan partisipasi hati dan namun ada bagian lain dimana dituntut aktif secara verbal khususnya dialog dan lagu-lagu. Maka semangatlah menunjukkan partisipasimu karena bernyanyi lagu rohani (Gereja) dengan baik dan tulus sama dengan dua kali berdoa sebagaimana orang latin katakan bene cantat bis orat.

8. Memberi dengan tulus
Salah satu partisipasi lain yang diharapkan darimu ialah menunjang dan mendukung program gereja supaya berjalan sesuai dengan yang diharapkan sehingga palayanan umat tetap terlaksana dengan baik. Berilah sumbangan atau kolektemu dengan tulus ikhlas dan jangan dibarengi dengan gerutuan dan sungut-sungut. Berilah sesuai dengan kemampuanmu dan kamu tidak pernah dipaksa.

9. Kesatuan hati dengan umat lain
Benar kamu tidak saling mengenal dengan kebanyakan umat lain karena berasal dari tempat yang berbeda. Namun ketidak saling pengenalan itu bukanlah halangan untuk menciptakan kesatuan hati satu sama lain. Kalau kamu menyadari bahwa kamu dan orang lain memuji dan menyembah Allah yang sama, menerima Yesus yang sama lewat hosti kudus maka kamu akan menganggap orang lain sebagai keluarga kristenmu, sahabat kasihmu. Kamu dipersatukan dalam perayaan, satu iman, satu doa, dan satu sakramen maka hendaklah kamu saling menghargai dan setia saling berbagi damai.

10. Kehadiran yang sempurna
Berusahalah datang pada waktunya dan pulang pada waktunya. Jangan datang terlambat dan pulang sebelum waktunya. Kehadiran yang sempurna di sini ialah hadirlah sebelum mulai Perayaan Ekaristi dan pulanglah selesai berkat dan lagi penutup. Ingat sahabatku hanya satu setengah jam saja kamu berada di rumah Tuhanmu maka buatlah itu secara maksimal dan berkualitas. Kalau di tempat lain kamu bisa berjam-jam.

Para sahabatku terkasih, jadikanlah dirimu sebagai lahan subur untuk pertumbuhan benih hidup rohanimu. Maka berusahalah membuka hati. Andalah lahan itu, Yesuslah sang penabur dan Sang Sabda itulah benih itu. Selamat hari minggu.

About MIK'ers admin. Katolik Roma

Katolik Roma Vatikan City. Kami meyakini bahwa Gereja Katolik adalah Gereja yang direncanakan oleh Tuhan Allah, didirikan oleh Yesus Kristus Putera-Nya, dan dikuduskan terus menerus oleh Roh Kudus. Dan sesuai dengan amanat Yesus sendiri, Gereja Katolik menjadi "sakramen keselamatan" bagi seluruh bangsa. Setiap anggota Gereja telah dibekali dengan Roh Kristus yang memampukannya untuk hidup kudus dan yang menghantarkannya kepada keselamatan dan kehidupan yang kekal .

Terima kasih telah membaca artikel blog ini !! Jangan lupa tinggalkan komentarnya pada artikel yang di baca.. God Bless You.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s