“Jangan tanya apa yang telah diperbuat Gereja terhadapmu tetapi tanyalah dirimu apa yang telah kamu perbuat dan berikan kepada Gerejamu.”

Suatu kali saya sedang makan siang di Fast Food Stage, tiba-tiba orang yang di samping saya bertanya. Dia jelas gak tahu bahwa saya seorang moro eh romo. “Berapa kali kamu mandi satu hari? Saya jawab, “Dua kali? Terus beliau bertanya lagi, “Apakah kamu memakai sampo atau sabun? Tegas kujawab, “Saya tidak butuh sampo tapi sabun ya” he he he. Dia tersenyum. Lantas dia mengatakan bagai pengkotbah ulung, “Sekarang ini dibutuhkan sabun mandi yang tetap harum walau sehabis mandi dan dibutuhkan orang katolik yang militan sesudah permandian,”

Pesannya benar para sahabatku terkasih, menjadi orang Katolik yang baik itu harus dimurnikan terus sepanjang hidup kita mulai sejak permandian dan sampai akhir hayat hidup kita. Apapun makananya minumnya boleh teh botol sosro, kata reklame, di mana pun anda mandi, tidak masalah yang mana sabun mandimu, kata banyak orang. Dan terpenting di mana serta ke manapun anda melangkah hendaknya baju Kekatolikanmu tetaplah melekat.

Sering kita mengatakan saya bangga sebagai katolik karena katolik adalah Gereja yang didirikan Kristus. Agama katolik sangat istimewa. Bangga dengan katolik karena sakramennya sangat lengkap. Bangga dengan katolik Gereja karena mempunyai bunda Maria, bunda Pemersatu, dst. Saya tidak menyangkal alasan kebanggaanmu itu. Namun saya lebih salut dan kagum kepadamu kalau kamu mengatakan bangga sebagai katolik karena anda berani menunjukkan iman kekatolikanmu melalui cara hidupmu dan kamu ikut ambil bagian secara aktif dalam perayaan iman katolik.

Singkatnya banggalah bukan terutama karena sesuatu yang kamu terima dari Gereja katolik tetapi karena kamu mampu membuat sesuatu untuk Gereja katolik. Banggalah karena imanmu nyata dan berbuah dalam hidup konkrit. Banggalah karena penghayatan imanmu bukan hanya sebatas di Gereja tetapi keluar dari sana. Banggalah karena engkau tetap harum sebagai Katolik selama hidupmu. Maka, Imani, hidupi, hayati, dan wujudkanlah iman itu, karena iman tanpa perbuatan adalah mati atau sia-sia (Yakobus 2:26).

Mantan Presiden Amerika John F Kennedy pernah mengatkan, “Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang telah kamu berikan kepada negaramu” Bisa kita aplikasikan juga, “Jangan tanya apa yang telah diperbuat Gereja terhadapmu tetapi tanyalah dirimu apa yang telah kamu perbuat dan berikan kepada Gereja.”

About MIK'ers admin. Katolik Roma

Katolik Roma Vatikan City. Kami meyakini bahwa Gereja Katolik adalah Gereja yang direncanakan oleh Tuhan Allah, didirikan oleh Yesus Kristus Putera-Nya, dan dikuduskan terus menerus oleh Roh Kudus. Dan sesuai dengan amanat Yesus sendiri, Gereja Katolik menjadi "sakramen keselamatan" bagi seluruh bangsa. Setiap anggota Gereja telah dibekali dengan Roh Kristus yang memampukannya untuk hidup kudus dan yang menghantarkannya kepada keselamatan dan kehidupan yang kekal .

Terima kasih telah membaca artikel blog ini !! Jangan lupa tinggalkan komentarnya pada artikel yang di baca.. God Bless You.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s