Ini adalah kesaksian hidup bahwa doa adalah jalan “terdahsyat” untuk mengetok pintu hati Allah.

Pertolongan Allah selalu tepat waktu. Saya sering membaca kalimat yang mengandung iman dan kepercayaan penuh ini. Tepat waktu di sini bukan dalam arti cepat atau lambat tetapi karena pertologan itu datang pada saat engkau membutuhkannya. Ini jelas tujuannya supaya anda sungguh merasakan kasih sayang, belaian dan uluran tanganNya. Ini ibarat saat kamu sangat haus dan tiba-tiba orang lain memberimu air, saat kamu kesepian ada orang mengisi hari-hari kesepianmu, saat kamu sedih ada orang menghiburmu dan saat kamu menangis ada mereka menghapus air matamu.

Ku tahu Tuhan pasti buka jalan tepat mewakili segala kisah kasih dalam permenungan ini. Ibu Sarah adalah satu-satunya tulang punggung hidup keluarganya. Ini sudah berlangsung hampir lima tahun semenjak suaminya terkena serangan stroke yang membuatnya lumpuh total dan harus tinggal di rumah. Mengurus dirinya pun suami tidak mampu lagi apalagi mengurus keluarganya. Beban Sarah memang semakin berat. Gajinya sebagai pembantu rumah tangga tidaklah mencukupi untuk kondisi keluarga saat ini tambah lagi suaminya tidak bisa memberi kontribusi apapun.

Satu hal yang tidak pernah dilupakannya ialah tetap menunjukkan kesetiaan kepada sang suami kendati ia sekarang seperti “bangkai” hidup dan terus berharap kepada Allah. Senandung doanya melambung senantiasa, “Ku tahu Tuhan pasti buka jalan”. Karena itu mereka tidak pernah absen ke Gereja. Mereka yakin Allah memang akan membuka Jalan. Kedua anaknya menanjak remaja yang paling kecil seorang puteri kelas satu SMU dan paling besar putera sudah mau tammat SMU. Kepintaran kedua anak ini rasanya akan mentok sebatas SMU saja itupun kalau Sarah sehat. Ini lah barangkali keadilan yang paling adil untuk mereka tammat SMU kendati tekad membara mereka senantiasa terucap di rumah.

Pada suatu hari Minggu, mereka mendengar pengumuman di Gereja, “Di buka penawaran tender baru untuk kantin sekolah lima tahun ke depan,” Sarah berbisik kepada kedua anaknya yang berada di sampingnya akan mencoba walau mereka yakin tidak akan ada peluang. Orang lain yang lebih kaya pasti penawarannya lebih tinggi. Itu bagaikan hal yang mustahil. Sesampai di rumah mereka membuat proposal penawaran, itupun dengan tulisan tangan dan memberikannya kepada pihak Yayasan sekolah.

Dua minggu berikutnya, saat pulang Gereja kepala Yayasan memanggil Sarah ke kantor paroki. Di sana ia memberi tahu bahwa pemenang tender adalah Sarah karena itu ia berhak mengelola kantin sekolah mulai tahun ajaran baru persisnya minggun depan. Kepala yayasan menambahkan bahwa sebenarnya ada tiga penawar dan penawaran Sarah adalah jauh sekali paling rendah. Tetapi kedua penawar lain mengundurkan diri dengan alasan satu akan pindah ke kota lain dan penawar lain karena suaminya naik jabatan di suatu perusahaan jadi tidak akan ada waktu untuk mengelola kantin. Sarah menyambut dengan suka cita kabar gembira ini sampai tidak sadar air matanya menetes. Spontan ia berseru, Allah terimakasih, ku tahu Engkau pasti bukan jalan.

Sarah yang memang berbakat memasak mengelola kantin dengan memuaskan. Tambah lagi ia merasa bahwa usaha kantin ini adalah hadiah terindah dari Allah maka ia sungguh bertanggungjawab dan membuatnya yang terbaik. Bagaimana dengan kerjanya sebagai pembantu rumah tangga? Puterinya yang menggantikannya. Hari berlalu, bulan berganti dan bumi berputar akhirnya Sarah berhasil menammatkan putera terbesarnya kuliah kedokteran. Seiring dengan itu ekonomy keluarga semakin bergairah dan kesehatan suami makin membaik.

Para sahabatku, “Ku tahu Tuhan pasti buka jalan” adalah doa dan senandung iman dan harap. Doa ini akan berkekuatan dahsyat kalau disertai dengan rasa percaya yang tinggi, pengharapan yang teguh dan perjuangan yang tidak pernah berhenti. Sarah telah membuktikan ini. Kondisi keluarga yang sangat memprihatinkan, suami harus “parkir” di rumah tidak berdaya, dia hanya pembantu, kedua anaknya membutuhkan biaya, rasanya mustahil bagi Sarah mampu bertahan. Doa dan senandungnya tadi, “Ku tahu Tuhan pasti bukan jalan” menjadi jalan dan saksi perjalanan hidupnya.

Kondisi hidup dan keluargamu barangkali tidak separah Sarah dan keluarganya, tetapi apakah kamu punya hati, tekad, kemauan yang membaja seperti dia? Apakah kamu senantiasa berseru kepada Allah yang mampu memberimu jalan walau kadang sulit untuk di mengerti? Apakah kamu senantiasa bersenandung iman kepadaNya? Dalam Roma 12:12 dikatakan, “Bersukacitlah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan dan bertekunlah dalam doa.”

Tentang MIK'ers admin. Katolik Roma

Katolik Roma Vatikan City. Kami meyakini bahwa Gereja Katolik adalah Gereja yang direncanakan oleh Tuhan Allah, didirikan oleh Yesus Kristus Putera-Nya, dan dikuduskan terus menerus oleh Roh Kudus. Dan sesuai dengan amanat Yesus sendiri, Gereja Katolik menjadi "sakramen keselamatan" bagi seluruh bangsa. Setiap anggota Gereja telah dibekali dengan Roh Kristus yang memampukannya untuk hidup kudus dan yang menghantarkannya kepada keselamatan dan kehidupan yang kekal .

Terima kasih telah membaca artikel blog ini !! Jangan lupa tinggalkan komentarnya pada artikel yang di baca.. God Bless You.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s